Bahasa sebagai alat komunikasi
untuk mengekspresikan diri. Bahasa merupakan salah satu penunjang keberhasilan
dalam mempelajari berbagai mata pelajaran. Pembelajaran bahasa Indonesia di
sekolah dasar membimbing siswa untuk menguasai empat keterampilan berbahasa
yaitu, menyimak, berbicara, membaca, dan menjelaskan.
Upaya yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa salah satunya mengubah metode
pembelajaran konvesional yang selama ini diterapkan. Guru setidaknya harus
memiliki kreativitas dalam memilih metode pembelajaran yang lebih berpusat pada
siswa. Harapannya metode yang tepat akan menumbuhkan keaktifan siswa dan
memberi ruang berekpresi guna meningkatkan keterampilan berbicara.
Tujuan dari metode show and tell ini adalah untuk melatih siswa berbicara di depan kelas dan membiasakan siswa peka terhadap hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari maupun memahami masalah sosial yang terjadi dilingkungannya, memberikan rasa keberanian siswa dan keinginan untuk terlibat dalam permasalahan sosial.
Metode show and tell, dalam
proses pembelajarannya siswa diberikan kesempatan untuk aktif melalui kegiatan
berbicara dengan bantuan media gambar, siswa diberikan kebebasan untuk
menyampaikan apa yang ada di pikirannya. Siswa akan lebih termotivasi untuk berani
tampil dan berbicara di depan orang lain dan siswa tidak lagi pasif dalam
pembelajaran, karena metode show and tell ini menerapkan pendekatan komunikatif
yaitu kegiatan pembelajaran yang bersifat student center atau berpusat pada
siswa.
1. Melaksanakan proses
pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun.
2. Menerapkan metode pembelajaran
dengan Langkah-langkah:
a. Guru menunjukkan beberapa
benda konkret, gambar objek, atau gambar peristiwa kepada siswa.
b. Siswa mendeskripsikan benda
konkret dan gambar suatu objek atau menjelaskan peristiwa dalam gambar yang
ditunjukkan guru.
c. Siswa terbagi dalam beberapa
kelompok.
d. Siswa bersama kelompoknya
mendiskusikan kalimat yang sesuai untuk mendeskripsikan benda konkret dan
gambar objek atau menceritakan gambar peristiwa.
e. Siswa bersama kelompoknya
mendeskripsikan benda konkret dan gambar objek atau menceritakan gambar
peristiwa secara bergilir.
f. Guru mengajak kelompok lain
untuk menyimak dan menanggapi penampilan temannya.
