Fokus Aktivitas: Para siswa, yang mengenakan seragam sekolah dengan penutup kepala/jilbab, tampak fokus membaca buku atau bahan ajar yang tergeletak di meja kayu mereka. Postur tubuh dan pandangan mata mereka menunjukkan konsentrasi pada bahan bacaan.
Waktu Pelaksanaan: Kegiatan ini biasanya dialokasikan dalam 5 hingga 15 menit pertama sebelum guru memulai materi pelajaran inti. Tujuannya adalah membangun kebiasaan dan meningkatkan minat baca.
Sumber Bacaan: Siswa membaca buku yang mereka miliki sendiri, buku paket, atau buku yang mungkin tersedia di rak buku sederhana di bagian belakang kelas (terlihat rak dengan tumpukan buku).
Tujuan:
Meningkatkan Literasi: Secara bertahap memperkuat kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis informasi.
Menciptakan Suasana Akademik: Mengondisikan mental siswa agar siap menerima pelajaran dengan bertransisi dari kegiatan non-akademik ke fokus belajar.
Membangun Kebiasaan: Menjadikan membaca sebagai bagian integral dari rutinitas harian sekolah.
Lingkungan Kelas: Kelas tampak fungsional dengan meja kayu yang berjejer, jendela besar, dua kipas angin di dinding, dan rak buku. Suasana tenang dan fokus terlihat jelas saat siswa asyik dengan bacaan mereka.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen sekolah dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan menyediakan waktu khusus untuk menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca sejak dini.
